Minggu, 05 Mei 2013

BANGGA AKAN DIRIKU



Nama saya Syafitrah Priyo Hastantyo, biasa di panggil dengan sebutan Priyo. Tetapi saya juga mempunyai nama akrab lainnya, yaitu mbah dan jamet. Banyak yah? Hehehehe, tidak juga ah, nanti akan saya jelaskan bagaimana saya bisa mendapatkan nama panggilan tersebut.
Saya adalah pria kelahiran Jakarta yang lahir pada tanggal 11 April 1992. Ayah saya Pudjo Asmadji, sebagai kepala keluarga sekaligus bekerja sebagai pegawai swasta di salah satu perusahaan kontraktor di Jakarta. Sedangkan Ibu saya Siti Lestari, seorang Ibu rumah tangga sekaligus Pegawai Negri Sipil. Saya anak bungsu dari 2 bersaudara. Kakak saya perempuan, Ria Novita Hastari yang sekarang sudah bekerja di salah satu Stasiun Radio yang cukup terkenal di Bekasi, dan sudah mempunyai rencana untuk menikah tahun ini.
            Saya tinggal di daerah Bekasi, tepatnya di Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan. Saya hidup cukup sederhana dari keluarga saya yang cukup bersahaja. Rumah saya tidak begitu besar, cukup nyaman di singgahi oleh keluarga saya. Saya mempunyai hewan peliharaan, yaitu kucing. Saat ini saya mempunyai 5 ekor kucing. Mereka cukup menggemaskan dan terkadang cukup menjengkelkan ketika hendak meminta makan.
            Saya sudah beranjak sekolah ketika saya masih berusia 4 tahun, Taman Kanak-kanak A. Saya mengalami masa taman kanak-kanak selama 2 tahun, sampai taman kanak-kanak B. Pada usia 6 tahun, saya memasuki tingkat SD, cukup umum dengan hampir seluruh teman sebaya saya. Lokasi SD saya tidak jauh dari rumah, yaitu SDN Jakasetia IV. Dari rumah ke sekolah cukup berjalan kaki. Sewaktu saya masih kelas 1 SD, bangunan sekolah sangat kurang memadai, hingga pernah terjadi pagar sekolah rubuh dengan sendirinya karena sudah tidak bisa di perbaiki lagi. Selama 6 tahun saya belajar di sana, kondisi sekolah sayan berangsur-angsur membaik. Saya mendapatkan banyak kenangan semasa SD, pentas seni musik, menari, kegiatan pramuka, bahkan menjadi pembaca UUD 1945 pada saat upacara bendera setiap senin pagi.
            Saya lulus SD pada tahun 2004. Kemudian saya memasuki tingkat pendidikan selanjutnya, yaitu Sekolah Menengah Pertama tepat nya di SMPN 12 Bekasi. Letak nya cukup jauh dari rumah, sehingga saya harus naik sepeda setiap harinya. Selama 3 tahun mengasah ilmu saya mendapatkan lebih banyak teman dan pengalaman. Hingga akhirnya saya lulus SMP pada tahun 2007. Kemudian saya melanjutkan tingkat pedidikan yang lebih tinggi, yaitu Sekolah Menegah Atas, SMA Yadika 4 yang terletak di Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi. Saat SMA, saya mengendarai kendaraan roda dua setiap harinya pergi ke sekolah, karena jarak dari rumah ke sekolah sangat jauh, tidak mungkin untuk di tempuh dengan menggunakan sepeda. Selama 3 tahun belajar di sana, selain ilmu sangat banyak kenangan, kesan, dan pengalaman berharga yang saya dapatkan. Saya mendapatkan nama akrab jamet oleh teman sebangu saya sewaktu SMA, entah kenapa dia memanggil saya dengan panggilan itu. Katanya sih, artinya itu jawa metal, hahahaha. Saya lulus SMA pada tahun 2010. Masih teringat jelas bagaimana saya sangat gugup sewaktu menunggu kabar pengumuman kelulusan Ujian Nasional pada waktu itu, dan akhirnya saya lulus dengan nilai di atas rata-rata.
            Saya melanjutkan pendidikan saya ke tingkat perguruan tinggi, pada tahun 2010 saya terdaftar sebagai mahasiswa pada suatu perguruan tinggi yaitu Universitas Gunadarma cabang kalimalang. Saya mengambil jurusan Sistem Komputer jenjang S1. Hingga saat ini saya sudah tingkat 3 lebih tepatnya semester 6. Sekarang ini saya sedang menjalani masa Penulisan Ilmiah, dalam PI saya membuat sebuah alat sensor parkir. Nah, selama masa saya kuliah, saya mendapatkan panggilan akrab baru lagi, yaitu mbah. Kenapa saya di panggil mbah? Umur saya juga belum tua sangat, hehehe. Ya hal itu berawal sewaktu itu ada kabar yang sedang hebohnya tentang meninggalnya mbah priuk di kawasan Tanjung Priuk. Karena nama panggilan saya “priyo”, jadilah teman-teman menemukan panggilan baru untuk saya yaitu mbah priuk, yak arena cukup identik dengan nama panggilan saya “priyo”, hahahaha.
Saya mempunyai banyak hobi. Di antaranya, saya hobi bermain Gitar. Ya, berawal dari hadiah ulang tahun kakak saya waktu itu adalah sebuah Gitar. Tetapi pada waktu itu umur saya masih kecil, dan saya belum bisa memegang sebuah gitar sebagai mana mestinya seorang bermain gitar. Saya hanya melihat dan memperhatikan ayah saya setiap kali ia bermain gitar. Terus, terus dan terus saya mencoba, dan akhirnya sampai sekarang ini saya bisa di katakan cukup pandai bermain gitar. Padahal saya tidak mengambil bidang edukasi musik sama sekali. Hanya bermodal memperhatikan dan menghayati serta terus mencoba, akhirnya berhasil. Tidak ada yang tidak mungkin, kita bisa karena terbiasa.
            Hobi saya yang selanjutnya adalah, saya senang dengan Komputer. Ya, apapun yang berhubungan dengan komputer saya sangat menyukainya. Berawal sewaktu saya masih kelas 3 SD, ayah saya membawakan sebuah komputer beserta komponen lainnya ke rumah. Saya di kenalkan bagaimana cara menggunakannya, kemudian fungsi serta manfaatnya, dan banyak lagi. Tetapi tidaklah heran, umur saya pada saat itu masih belum mengerti tentang pemikiran jangka panjang. Dan akhirnya saya habiskan waktu saya dengan komputer adalah dengan bermain game, hahaha. Dan masih banyak lagi hobi saya yang lainnya, seperti bermain badminton, .
            Dari sekian banyak hobi yang saya punya, saya adalah orang yang cukup pendiam. Saya lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar dengan duduk di depan laptop. Entah itu bermain game, mengerjakan tugas, atau mencari sesuatu / ilmu yang baru yang tidak saya dapatkan dari pendidikan formal melalui internet. Saya jarang melakukan kegiatan sosialisasi di lingkungan sekitar rumah. Walaupun saya termasuk seseorang yang cukup pendiam, saya bisa melakukan dan mengerti akan banyak hal. Banyak sekali pengalaman dan pengetahuan yang saya dapatkan diluar dari pendidikan formal. Contoh ilmu yang saya dapatkan diluar pendidikan formal diantaranya adalah bermain gitar, 3D Modelling, 3D Rendering, kemudian saya juga cukup mahir dalam pemrograman, desain website, dan lainnnya. Tetapi ada satu hal yang bisa membuat kalian heran. Saya tidak bisa bermain sepak bola! Hahaha. Entah kenapa, sejak kecil saya tidak begitu tertarik tentang permainan sepak bola. Baik itu dalam permainannya bahkan hingga informasi tentang sepakbola dunia saya tidak terlalu mengerti. Hingga suatu ketika saya dan teman-teman saya sedang berbincang-bincang ria mengenai topic tentang sepakbola, saya hanya diam saja dan kemudian salah satu teman saya meng-ejek­ saya, hahahaha
            Walaupun saya orang yang pendiam, saya cukup memiliki banyak teman. Teman-teman yang cukup perduli dan saling membantu satu sama lainnya, di kala susah senang selalu bersama-sama. Teman-teman yang cukup memberikan kesan, pesan, dan kenangan tersendiri. Di samping itu, saya juga memiliki teman yang bisa di katakan lebih dari sekedar teman. Seseorang yang sangat dekat, sangat perduli, dan sangat perhatian dengan saya. Ya, seorang wanita muslim yang cantik jelita telah dating di kehidupan saya. Sungguh beruntungnya diri ku bisa mendapatkannya. Insya Allah, saya akan memilih dia dan hidup berdampingan bersama saya jika Allah dan keluarga merestuinya.

Pak Sastro.